Pada Suatu ketika , ada seorang setengah baya yang terlihat sangat gundah seluruh beban di dunia ini seakan berada di pundaknya, permasalahan demi permasalahan datang silih berganti di kehidupanya. Seakan – akan tidak pernah habis. Ditengah keputus asannya itu di berhenti sejenak di pinggir sungai untuk berpikir, namun bukan jalan keluar yang dia peroleh, justru pria itu mencoba untuk “ Bunuh diri !!!!“. Dengan cara melompat kedalam sungai yang aliranya cukup deras dan berbatu curam itu.

Namun ketika pria itu akan meloncat, ternyata ada seorang pemuda yang sejak awal telah memperhatikan perilaku pria tadi, dan di saat – saat terakhir, si pemuda menyelamatkan si pria paruh baya. Singkat kata si pria tengah baya itu menceritakan semua kegelisahan, kesulitan, & permasalahannya kepada si pemuda. Si pemuda memperdengarkan dengan seksama penuturan dari si pria. Sesaat kemudian si pemuda itu mengambil gelas dan mengisinya dengan air, kemudian si pemuda tadi mengambil segenggam garam dan dicampurkannya garam itu dengan satu gelas air dan pemuda tadi menyuruh pria tersebut untuk meminumnya. “ Sungguh sangat asin sekali air ini, apa maksud saudara “ kata pria setengah baya.

Si pemuda tidak menjawabnya justru dia mengambil segenggam garam lagi dan dijatuhkan butiran – butiran garam itu ke sungai. Dan kembali si pemuda menyuruh si pria setengah baya untuk minum air sungai itu. “ Sungguh segar rasa air sungai ini “ kata pria setengah baya. Kemudian si pemuda menjawab “ Garam ibarat permasalahan hidup yang anda dan orang lain sering hadapi dari hari – kehari. Gelas & sungai ibarat kapasitas diri anda”

“ Jika kapasitas diri anda gelas maka apabila mendapat kesulitan atau masalah maka anda akan merasa mudah putus asa, seakan – akan sudah tidak ada jalan keluar bagi permasalahan – permasalahan itu”

“ sedangkan jika anda mempunyai kapasitas sebagai sungai maka permasalahan seperti apapun tidak menjadi masalah bagi anda” Bahkan permasalahan yang muncul anda anggap sebagai tantangan yang pada akhirnya anda akan merasakan kepuasan yang sangat luar biasa jika dapat mengatasinya”.

Jadi manakan diri anda SUNGAI yang luas ataukah hanya sebatas GELAS ?

Comments on: "SUNGAI ATAU GELASKAH DIRI ANDA ?" (2)

  1. memang benar…………….

  2. agukfauzulhakim said:

    yang namanya kata mutiara memang selamanya akan terus cemerlang, sejuk dirasa dan amat sangat menenangkan!.

    akan tetapi………….
    kadang dan sekaligus sering !, kita tidak mengetahui sejauhmanakah kemampuan kita memahami kemudian membuat pemetaan yang sesuai dengan maksud adanya kata mutiara atau kata bijak tersebut.
    kita lebih sering memahami atau menyadari secara instant alias mentah!, oia menurut kata bijak ini begini,begini dan begini.kita hanya menyadari pada waktu itu juga dan tidak ada follow up dari titik kesadaran tersebut!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: